Dalam pengembangan riset kesehatan berbasis bukti, kemampuan menganalisis dan menyajikan data secara tepat menjadi salah satu kompetensi penting bagi peneliti, akademisi, maupun tenaga kesehatan. Salah satu aspek yang sering dijumpai dalam penelitian klinis adalah data dengan dua kemungkinan luaran, misalnya sembuh atau tidak sembuh, hidup atau meninggal, serta mengalami atau tidak mengalami suatu kejadian. Pemahaman terhadap jenis data ini diperlukan agar hasil penelitian dapat ditafsirkan secara akurat dan digunakan secara tepat dalam pengambilan keputusan kesehatan.
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Dalam penyusunan telaah sistematis, perumusan pertanyaan review merupakan langkah awal yang sangat penting. Pertanyaan yang dirumuskan dengan baik akan menjadi dasar bagi seluruh proses review, mulai dari penentuan kriteria kelayakan studi, strategi pencarian literatur, pengumpulan data, hingga analisis dan sintesis hasil. Materi Defining Review Questions and Planning Criteria menekankan bahwa telaah sistematis yang baik harus dimulai dari ruang lingkup pertanyaan yang jelas, terencana, dan disusun sebelum proses review dilakukan.
Yogyakarta, Sesi tambahan Workshop CSR PERKI telah diselenggarakan secara daring pada Kamis, 14 Mei 2026, pukul 19.00–21.00 WIB melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi forum pendalaman bagi peserta untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan praktis dalam melakukan penilaian risiko bias menggunakan Risk of Bias 2 atau RoB 2.
Pada sesi ini, seluruh peserta bergabung dalam satu main room untuk mengikuti pembahasan materi yang dipilih berdasarkan topik paling banyak diminati melalui pengisian form “Practical Session 4: Risk of Bias (RoB 2): Demo”. Skema ini memungkinkan peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih terfokus, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta.
Jakarta, 3 Mei 2026 — Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) berkolaborasi dengan Cochrane Indonesia menyelenggarakan Pre-Congress Workshop Systematic Review and Meta-Analysis Following Cochrane Methods pada 1–3 Mei 2026 di Hotel Le Méridien Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to 35th Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (ASMIHA) 2026.
Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dokter, peneliti, dan akademisi dalam menyusun tinjauan sistematik dan meta-analisis yang berkualitas, transparan, serta sesuai dengan kaidah metodologi Cochrane. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan pemahaman mengenai perumusan pertanyaan penelitian, pencarian literatur, seleksi studi, penilaian risiko bias, ekstraksi data, hingga analisis dan interpretasi hasil penelitian.
Perkembangan penelitian kesehatan saat ini tidak dapat dilepaskan dari kemampuan mengelola data secara baik. Di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap bukti ilmiah yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, peneliti dituntut untuk tidak hanya mampu merancang studi, tetapi juga memahami bagaimana data dikumpulkan, disimpan, dikelola, dan digunakan secara tepat.
Data merupakan salah satu aset terpenting dalam penelitian. Melalui data, peneliti dapat memahami pola penyakit, mengevaluasi intervensi kesehatan, menilai kualitas layanan, serta menyusun rekomendasi yang bermanfaat bagi pasien dan masyarakat. Namun, data yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan, seperti kesalahan pencatatan, data ganda, informasi yang tidak lengkap, hingga kesulitan dalam proses analisis.
Dalam penelitian kesehatan, data merupakan fondasi utama yang menentukan kualitas hasil penelitian. Data yang dikumpulkan dengan baik akan membantu peneliti menghasilkan informasi yang akurat, dapat dipercaya, dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Sebaliknya, data yang tidak tertata dapat menimbulkan berbagai kendala, mulai dari kesalahan pencatatan, kehilangan informasi, kesulitan validasi, hingga hambatan dalam proses analisis.
Seiring berkembangnya kebutuhan riset di era digital, pengelolaan data penelitian tidak lagi cukup dilakukan secara manual. Penggunaan kertas atau spreadsheet sederhana masih memiliki risiko kesalahan yang cukup tinggi, terutama pada penelitian yang melibatkan banyak responden, banyak variabel, atau dilakukan di beberapa lokasi. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang mampu membantu peneliti mengelola data secara lebih aman, efisien, dan terstandar.
Yogyakarta, 25 April 2026 — Cochrane Indonesia bersama Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CE&BU) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) menyelenggarakan Workshop Systematic Review Following Cochrane Method pada 23–25 April 2026 di lingkungan FK-KMK UGM, Yogyakarta. Kegiatan berskala nasional ini menjadi salah satu bentuk komitmen dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, akademisi, dan peneliti dalam menghasilkan bukti ilmiah yang kredibel dan relevan bagi pengembangan layanan serta kebijakan kesehatan.
YOGYAKARTA – Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CE&BU) Universitas Gadjah Mada menggelar rapat koordinasi strategis bersama PT Combiphar untuk membahas peluang kerja sama dalam bidang Health Technology Assessment (HTA). Pertemuan ini menjadi langkah nyata dalam menyinergikan keunggulan akademis dengan inovasi industri guna meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan kesehatan di Indonesia.
Fokus utama dari kolaborasi ini adalah melakukan kajian mendalam untuk mengevaluasi efektivitas klinis serta dampak sosial dari berbagai teknologi kesehatan. Integrasi antara kepakaran metodologi CE&BU dan wawasan industri PT Combiphar diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi berbasis bukti (evidence-based) yang memperkuat sistem kesehatan nasional.
KULON PROGO – Dalam upaya memperkuat derajat kesehatan masyarakat di wilayah rural, Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CE&BU) berkolaborasi dengan Pusat Kajian Kesehatan Anak (PKKA-PRO) FK-KMK UGM menyelenggarakan program pengabdian masyarakat pada Senin, 9 Maret 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Panti Asuhan Ash-Shiddiqiyyah, Sremo Tengah, Hargowilis, Kokap, Kulon Progo.
Program tersebut difokuskan pada pemberian edukasi preventif mengenai penyakit demam tifoid kepada para penghuni dan pengelola panti. Sebagai bentuk tanggung jawab akademis, tim gabungan menyajikan informasi kesehatan berbasis bukti melalui metode interaktif dan pemutaran media visual. Hal ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman komprehensif mengenai Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai kunci utama memutus rantai penularan bakteri.
YOGYAKARTA – Pusat Epidemiologi Klinik dan Biostatistik (Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit – CE&BU) FKKMK UGM bersama Cochrane Indonesia sukses menyelenggarakan Rapat Tahunan pada Jumat (6/3). Bertempat di Ruang Sekretariat Bersama, Gedung Litbang FKKMK UGM, pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam mengevaluasi capaian riset serta menyusun strategi penguatan metodologi penelitian kesehatan di Indonesia.
Acara yang berlangsung dari pukul 15.00 hingga 19.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran peneliti dan asisten peneliti. Fokus utama pembahasan mencakup sinergi antara kedua lembaga dalam menghasilkan tinjauan sistematis (systematic reviews) yang berkualitas tinggi sebagai landasan kebijakan kesehatan berbasis bukti (evidence-based policy).