Dalam ranah penelitian klinis, studi observasional memegang peranan krusial untuk mengevaluasi etiologi, faktor risiko, prognosis, serta prevalensi penyakit tanpa adanya intervensi aktif dari peneliti. Klasifikasi metodologi ini terbagi ke dalam tiga desain utama, yaitu studi potong-lintang (cross-sectional) yang mengukur paparan dan luaran secara simultan, studi kasus-kontrol (case-control) yang bergerak retrospektif dari luaran untuk mencari paparan masa lalu, serta studi kohort (cohort) yang menelusuri subjek dari status paparan hingga munculnya luaran di masa depan. Ketepatan pemilihan desain studi ini sangat menentukan kekuatan bukti ilmiah (strength of evidence) yang dihasilkan untuk mendasari pengambilan keputusan medis. Di samping fungsi akademisnya, validitas dari luaran studi observasional ini memiliki keterkaitan struktural yang spesifik dalam mendukung indikator-indikator pada Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Pusat Epidemiologi Klinik dan Biostatistik atau Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CEBU) FK-KMK UGM akan menyelenggarakan kegiatan Workshop Metodologi Penelitian PPDS Gelombang II Tahun 2026 pada 17–19 Juni 2026. Salah satu materi penting yang akan dipelajari dalam kegiatan ini adalah perumusan pertanyaan penelitian, pencarian kesenjangan penelitian, serta penyusunan tujuan dan hipotesis penelitian.
Materi ini menjadi fondasi penting bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS, karena proses pendidikan spesialis tidak hanya menuntut kemampuan klinis yang kuat, tetapi juga kemampuan berpikir ilmiah, membaca bukti secara kritis, dan menghasilkan penelitian yang relevan bagi praktik kedokteran. Melalui materi ini, peserta PPDS diharapkan mampu memahami alasan dilakukannya penelitian, mengenali proses riset secara sistematis, mengembangkan pertanyaan dan tujuan penelitian, serta merumuskan hipotesis yang tepat.
Pusat Epidemiologi Klinik dan Biostatistik atau Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CEBU) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada akan menyelenggarakan Workshop Metodologi Penelitian Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Gelombang II Tahun 2026 pada 17–19 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen CEBU FK-KMK UGM dalam memperkuat kapasitas akademik dan riset para peserta PPDS, khususnya dalam merancang, melaksanakan, menganalisis, serta menyusun hasil penelitian yang berkualitas. Melalui workshop ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan proposal penelitian yang lebih terarah, metodologis, etis, dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di Indonesia.
Peneliti dari Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CE&BU) FK-KMK UGM berhasil menerbitkan artikel ilmiah berjudul “In-hospital mortality predictors of stroke patients with diabetes mellitus” di Journal of Neurosciences in Rural Practice, Volume 17, Issue 1, halaman 64–72. Artikel ini ditulis oleh Mawaddah Ar Rochmah, Dhite Bayu Nugroho, Abdul Gofir, Muhammad Robikhul Ikhsan, Faishal Hanif, Atitya Fithri Khairani, Lukman Ade Chandra, dan Ismail Setyopranoto, dengan afiliasi dari FK-KMK UGM serta RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Artikel tersebut diterbitkan pada 12 Maret 2026 dengan DOI 10.25259/JNRP_85_2025.
Dalam pengembangan riset kesehatan berbasis bukti, kemampuan menganalisis dan menyajikan data secara tepat menjadi salah satu kompetensi penting bagi peneliti, akademisi, maupun tenaga kesehatan. Salah satu aspek yang sering dijumpai dalam penelitian klinis adalah data dengan dua kemungkinan luaran, misalnya sembuh atau tidak sembuh, hidup atau meninggal, serta mengalami atau tidak mengalami suatu kejadian. Pemahaman terhadap jenis data ini diperlukan agar hasil penelitian dapat ditafsirkan secara akurat dan digunakan secara tepat dalam pengambilan keputusan kesehatan.
Dalam penyusunan telaah sistematis, perumusan pertanyaan review merupakan langkah awal yang sangat penting. Pertanyaan yang dirumuskan dengan baik akan menjadi dasar bagi seluruh proses review, mulai dari penentuan kriteria kelayakan studi, strategi pencarian literatur, pengumpulan data, hingga analisis dan sintesis hasil. Materi Defining Review Questions and Planning Criteria menekankan bahwa telaah sistematis yang baik harus dimulai dari ruang lingkup pertanyaan yang jelas, terencana, dan disusun sebelum proses review dilakukan.
Yogyakarta, Sesi tambahan Workshop CSR PERKI telah diselenggarakan secara daring pada Kamis, 14 Mei 2026, pukul 19.00–21.00 WIB melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi forum pendalaman bagi peserta untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan praktis dalam melakukan penilaian risiko bias menggunakan Risk of Bias 2 atau RoB 2.
Pada sesi ini, seluruh peserta bergabung dalam satu main room untuk mengikuti pembahasan materi yang dipilih berdasarkan topik paling banyak diminati melalui pengisian form “Practical Session 4: Risk of Bias (RoB 2): Demo”. Skema ini memungkinkan peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih terfokus, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran peserta.
Jakarta, 3 Mei 2026 — Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) berkolaborasi dengan Cochrane Indonesia menyelenggarakan Pre-Congress Workshop Systematic Review and Meta-Analysis Following Cochrane Methods pada 1–3 Mei 2026 di Hotel Le Méridien Jakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to 35th Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (ASMIHA) 2026.
Workshop ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dokter, peneliti, dan akademisi dalam menyusun tinjauan sistematik dan meta-analisis yang berkualitas, transparan, serta sesuai dengan kaidah metodologi Cochrane. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan pemahaman mengenai perumusan pertanyaan penelitian, pencarian literatur, seleksi studi, penilaian risiko bias, ekstraksi data, hingga analisis dan interpretasi hasil penelitian.
Perkembangan penelitian kesehatan saat ini tidak dapat dilepaskan dari kemampuan mengelola data secara baik. Di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap bukti ilmiah yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, peneliti dituntut untuk tidak hanya mampu merancang studi, tetapi juga memahami bagaimana data dikumpulkan, disimpan, dikelola, dan digunakan secara tepat.
Data merupakan salah satu aset terpenting dalam penelitian. Melalui data, peneliti dapat memahami pola penyakit, mengevaluasi intervensi kesehatan, menilai kualitas layanan, serta menyusun rekomendasi yang bermanfaat bagi pasien dan masyarakat. Namun, data yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan, seperti kesalahan pencatatan, data ganda, informasi yang tidak lengkap, hingga kesulitan dalam proses analisis.
Dalam penelitian kesehatan, data merupakan fondasi utama yang menentukan kualitas hasil penelitian. Data yang dikumpulkan dengan baik akan membantu peneliti menghasilkan informasi yang akurat, dapat dipercaya, dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Sebaliknya, data yang tidak tertata dapat menimbulkan berbagai kendala, mulai dari kesalahan pencatatan, kehilangan informasi, kesulitan validasi, hingga hambatan dalam proses analisis.
Seiring berkembangnya kebutuhan riset di era digital, pengelolaan data penelitian tidak lagi cukup dilakukan secara manual. Penggunaan kertas atau spreadsheet sederhana masih memiliki risiko kesalahan yang cukup tinggi, terutama pada penelitian yang melibatkan banyak responden, banyak variabel, atau dilakukan di beberapa lokasi. Oleh karena itu, diperlukan sistem yang mampu membantu peneliti mengelola data secara lebih aman, efisien, dan terstandar.