Kuala Lumpur, — Konferensi CRM Trial Connect 2025 pada 8-9 Mei 2025 merupakan konferensi riset klinis tahunan yang digelar di Connexion Conference & Event Centre (CCEC), Kuala Lumpur yang dihadiri oleh Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D. Konferensi tahun ini mengangkat tema “Accelerate Clinical Trials in Asia”, serta menghadirkan lebih dari 1.000 peserta dari 140 institusi, termasuk lembaga akademik, regulator kesehatan, industri farmasi, CRO (contract research organization), dan rumah sakit mitra dari seluruh dunia.
SDG 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan
Chinese Taipei — Taiwan Centers for Disease Control (Taiwan CDC) bekerja sama dengan APEC menggelar konferensi internasional pada 22-23 April 2025 bertajuk “Dengue Prevention and Control in the Post-COVID-19 Era: New Challenges and Role of Innovative Technology”. Konferensi ini dibuka oleh beberapa tokoh, termasuk Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan Jih-Haw Chou, Wali Kota Tainan Wei-Che Huang, dan Direktur Jenderal Taiwan CDC Jen-Hsiang Chuang. Mereka menegaskan pentingnya kolaborasi internasional di tengah meningkatnya ancaman dengue secara global—yang mencatat lebih dari 14 juta kasus dan lebih dari 10.000 kematian pada tahun 2024 saja.
Yogyakarta – Sebagai penutup dari rangkaian kegiatan kolaboratif yang berlangsung produktif, Cochrane Indonesia bersama Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan malam perpisahan untuk perwakilan Cochrane Malaysia (Assoc Prof Dr Tan May Loong dan Prof Jacqueline Ho) serta Cochrane Australia (Prof Tari Turner dan Steve McDonald, Ph.D). Acara ini berlangsung hangat di Kopi Lhiyud, Yogyakarta pada 12 April 2025.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K), Ph.D., Direktur Cochrane Indonesia Prof. dr. R. Detty Siti Nurdiati Z, MPH., Ph.D., Sp.OG(K), Direktur Pusat Kajian Epidemiologi Klinis dan Biostatistik Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D., serta Cochrane Champion dr. Fauziah Natsir, M.Sc., Sp.A. Momen ini dimanfaatkan untuk menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin erat selama pelaksanaan dua workshop penting, yaitu Risk of Bias 2 (RoB2) pada 11 April 2025 dan Literature Searching pada 12 April 2025 di Gedung Tahir Sayap Utara, FK-KMK UGM.
Yogyakarta – Diskusi kolaboratif telah berlangsung antara perwakilan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UGM, Cochrane Indonesia, Cochrane Malaysia, Cochrane Australia, serta Pusat Kajian Epidemiologi Klinis dan Biostatistik (CEBU) FK-KMK UGM pada 12 April 2025. Pertemuan ini dilaksanakan di Gedung Tahir Sayap Utara Lantai 2 dan berfokus pada pembahasan teknis pengembangan review title dalam konteks penguatan riset berbasis bukti.
Diskusi mencakup pembahasan judul-judul review yang potensial untuk dikembangkan, seperti topik terkait leukemia dan mamografi. Selain itu, tim juga membahas aspek teknis seputar pengunduhan dan pengisian formulir review title, sebagai langkah awal dalam proses penyusunan systematic review Cochrane. Forum ini menjadi wadah penting untuk saling bertukar pandangan dan memperkuat kerja sama lintas institusi dalam mendorong kontribusi Indonesia dalam produksi bukti ilmiah global.
Yogyakarta – Cochrane Indonesia dan Pusat Epidemiologi Klinik dan Biostatistik (CEBU) FK-KMK UGM pada 12 April 2025 menyelenggarakan Workshop Literature Searching yang bertempat di Gedung Tahir Sayap Utara, FK-KMK UGM. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 07.30 hingga 15.45 WIB dan dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang profesi, termasuk dokter spesialis, akademisi, peneliti, hingga tenaga kesehatan lainnya.

Workshop ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan praktis dalam melakukan pencarian literatur ilmiah secara sistematis, termasuk prinsip-prinsip dasar pencarian, teknik merancang strategi pencarian, hingga cara mengelola dan melaporkan hasil pencarian. Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung melalui sesi praktik menggunakan PubMed dan latihan menyusun query pencarian yang relevan. Melalui serangkaian sesi interaktif, peserta diajak untuk memahami proses merumuskan pertanyaan penelitian, menyusun searchable query, hingga merancang strategi pencarian yang tepat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Cochrane Indonesia untuk memperkuat kapasitas peneliti dalam mendukung penyusunan tinjauan sistematik berbasis bukti.