Jakarta — Dalam rangka memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, Pusat Kajian Epidemiologi Klinik dan Biostatistik (CEBU) FK-KMK UGM menjajaki peluang kerja sama strategis dengan PT Etana Biotechnologies Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan melalui diskusi resmi di Head Office PT Etana Biotechnologies Indonesia, Jakarta, pada 26 Januari 2026.
Diskusi ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kolaborasi akademik–bisnis antara Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada dengan sektor industri bioteknologi nasional. Fokus pembahasan meliputi potensi kerja sama di bidang riset dan inovasi kesehatan, pengembangan keilmuan berbasis kebutuhan industri, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui skema kolaboratif yang berkelanjutan.
Melalui pertemuan ini, kedua belah pihak mengeksplorasi peluang kolaborasi riset terapan dan translasi ilmu, termasuk dukungan industri terhadap kegiatan penelitian akademik dan penguatan ekosistem inovasi kesehatan di Indonesia. Kolaborasi semacam ini diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan hasil riset agar berdampak langsung pada layanan kesehatan dan masyarakat luas.
Inisiatif kerja sama ini juga sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya:
- SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan riset dan inovasi di bidang kesehatan,
- SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong kolaborasi riset dan pengembangan teknologi bioteknologi nasional, dan
- SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan dunia usaha.
CEBU FK-KMK UGM memandang kolaborasi dengan PT Etana Biotechnologies Indonesia sebagai langkah strategis untuk menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan industri, sekaligus mendukung pengembangan riset yang relevan, inovatif, dan berdampak. Ke depan, hasil diskusi ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkret yang berkontribusi pada penguatan sistem kesehatan nasional dan pembangunan berkelanjutan.