Pengambilan keputusan di bidang pelayanan dan kebijakan kesehatan saat ini semakin menuntut keakuratan berbasis data dan bukti ilmiah. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Health Technology Assessment (HTA) Training yang diselenggarakan atas kolaborasi Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM dan Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CEBU) FK-KMK UGM di Common Room, Gedung Litbang Lt. 1, para peserta diajak mendalami dua fondasi penting dalam evaluasi ekonomi kesehatan, yaitu Cost-Effectiveness Analysis (CEA) dan penetapan Threshold atau ambang batas.
Dalam sesi materi mengenai Cost-Effectiveness Analysis (CEA) in Decision Making, pembahasan berfokus pada cara mengomparasikan biaya yang dikeluarkan dengan efektivitas klinis yang dihasilkan dari berbagai pilihan intervensi kesehatan. Analisis ini menjadi instrumen kritis agar pemerintah, pengelola rumah sakit, maupun penjamin layanan kesehatan tidak hanya memilih teknologi medis yang canggih, melainkan juga memastikan bahwa intervensi tersebut efisien, rasional, dan memberikan hasil kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Pembahasan kemudian berlanjut pada topik Threshold or Target yang mengulas konsep nilai ambang batas sebagai acuan dalam menentukan kelayakan serta prioritas suatu teknologi atau obat baru. Konsep ini memegang peranan penting untuk menilai apakah suatu intervensi tergolong efektif secara biaya dan layak dimasukkan ke dalam skema pembiayaan kesehatan nasional, sehingga alokasi sumber daya kesehatan yang terbatas dapat disalurkan secara adil dan tepat sasaran.
Pendalaman materi mengenai CEA dan penetapan ambang batas ini berkontribusi langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Penguasaan analisis ini mendukung SDG 3 dalam mewujudkan Universal Health Coverage melalui pemilihan intervensi medis yang aman dan terjangkau, SDG 4 dengan meningkatkan kompetensi akademisi serta peneliti kesehatan lokal, dan SDG 17 melalui penguatan sinergi antara rumah sakit pendidikan, unit riset, serta pembuat kebijakan dalam memanfaatkan bukti ilmiah untuk merumuskan kebijakan kesehatan.
Melalui pemahaman mendalam mengenai CEA dan threshold, RSA UGM dan CEBU FK-KMK UGM berkomitmen untuk terus mencetak tenaga ahli dan menghasilkan riset-riset berkualitas yang siap mendukung penguatan sistem pembiayaan dan pelayanan kesehatan berkelanjutan di Indonesia.