
BANDUNG – Tim Clinical Epidemiology & Biostatistics Unit (CEBU) FK-KMK UGM melaksanakan kunjungan strategis ke PT Bio Farma (Persero) pada Senin (19/01/2026). Pertemuan yang berlangsung di Gedung Heritage PT Bio Farma, Bandung ini berfokus pada diskusi teknis mengenai pengembangan vaksin Hexavalent dan Rotavirus.
Tim CEBU memberikan pendampingan dari aspek epidemiologi klinis dan biostatistik guna memastikan setiap tahapan pengembangan produk memenuhi standar ilmiah serta regulatori yang ditetapkan oleh Badan POM.
Kontribusi Nyata terhadap SDGs
Kolaborasi antara institusi akademik dan industri farmasi ini bukan sekadar pertemuan teknis, melainkan langkah nyata dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pada poin-poin berikut:
- SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera Pengembangan vaksin Hexavalent dan Rotavirus bertujuan secara langsung untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit menular pada anak-anak. Keterlibatan CEBU memastikan uji klinis dilakukan dengan akurasi data yang tinggi demi menghasilkan vaksin yang aman dan efektif.
- SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur Kerja sama ini mendorong inovasi di sektor kesehatan melalui riset dan pengembangan (R&D) dalam negeri. Hal ini memperkuat infrastruktur teknologi kesehatan Indonesia menuju kemandirian produk biologis nasional
- SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan Sinergi antara sektor publik (UGM) dan sektor privat/BUMN (PT Bio Farma) merupakan implementasi nyata dari kemitraan multi-stakeholder. Kolaborasi ini sangat penting untuk transfer pengetahuan dan percepatan solusi kesehatan di tingkat nasional maupun global.