Dalam pengembangan riset kesehatan berbasis bukti, kemampuan menganalisis dan menyajikan data secara tepat menjadi salah satu kompetensi penting bagi peneliti, akademisi, maupun tenaga kesehatan. Salah satu aspek yang sering dijumpai dalam penelitian klinis adalah data dengan dua kemungkinan luaran, misalnya sembuh atau tidak sembuh, hidup atau meninggal, serta mengalami atau tidak mengalami suatu kejadian. Pemahaman terhadap jenis data ini diperlukan agar hasil penelitian dapat ditafsirkan secara akurat dan digunakan secara tepat dalam pengambilan keputusan kesehatan.
SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
Dalam penyusunan telaah sistematis, perumusan pertanyaan review merupakan langkah awal yang sangat penting. Pertanyaan yang dirumuskan dengan baik akan menjadi dasar bagi seluruh proses review, mulai dari penentuan kriteria kelayakan studi, strategi pencarian literatur, pengumpulan data, hingga analisis dan sintesis hasil. Materi Defining Review Questions and Planning Criteria menekankan bahwa telaah sistematis yang baik harus dimulai dari ruang lingkup pertanyaan yang jelas, terencana, dan disusun sebelum proses review dilakukan.
Umeå – Fakultas Kedokteran Universitas Umeå, Swedia, akan menganugerahkan gelar doktor kehormatan bidang kedokteran kepada Prof. dr. M. Hakimi, Sp.OG(K)., Ph.D, guru besar purnakarya dari Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Penganugerahan ini akan dilakukan dalam seremoni resmi pada bulan Oktober 2025 mendatang.
Prof. Hakimi dikenal luas atas dedikasinya dalam bidang kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, nutrisi, serta ketimpangan akses layanan kesehatan. Selama lebih dari 30 tahun, beliau telah memainkan peran dalam membangun dan memperkuat kerja sama antara UGM dan Department of Epidemiology and Global Health (EpiGH), Umeå University. Kolaborasi ini telah menghasilkan lebih dari 150 publikasi dan 15 proyek doktoral. Dalam keterangan resmi Umeå University, Prof. Hakimi dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan pemahaman mengenai perawatan obstetri, defisiensi mikronutrien, penyakit tidak menular, serta dampak kesehatan dari kekerasan dalam rumah tangga. Keterlibatannya dalam berbagai jejaring global seperti WHO STEPS, INDEPTH Network, dan Cochrane Collaboration turut memperkuat kiprahnya di panggung akademik internasional.