YOGYAKARTA – Dalam rangka meningkatkan standar kompetensi ilmiah dokter spesialis, Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CE&BU) FK-KMK UGM menyelenggarakan workshop intensif bertajuk “Metode Penelitian PPDS Gelombang I Tahun 2026”. Kegiatan yang berlangsung pada 11-13 Februari 2026 di Yogyakarta ini dirancang untuk membekali peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dengan metodologi penelitian yang rigor dan berbasis bukti.
Penelitian medis merupakan instrumen vital dalam mentransformasi pelayanan kesehatan dan merespons beban penyakit yang kian kompleks di Indonesia. Namun, kendala dalam pemahaman statistik dan rancangan studi sering kali menjadi hambatan dalam penyelesaian studi. Menanggapi hal tersebut, CE&BU FK-KMK UGM memfasilitasi peningkatan kemampuan mahasiswa dalam empat pilar utama: penyusunan proposal tesis yang metodologis, analisis data statistik yang akurat, penyusunan laporan tesis sesuai kaidah akademik, serta penulisan naskah publikasi ilmiah untuk jurnal bereputasi.
Integrasi dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen FK-KMK UGM dalam mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
-
SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera): Riset klinis yang berkualitas merupakan fondasi bagi Evidence-Based Medicine (EBM). Melalui penemuan solusi medis yang valid, kualitas pelayanan kesehatan dapat ditingkatkan secara signifikan, yang berimplikasi pada penurunan angka kesakitan dan kematian.
-
SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Workshop ini merupakan upaya institusi dalam menyediakan pendidikan teknis dan profesional yang inklusif, guna menghasilkan tenaga spesialis yang memiliki literasi data dan kemampuan analitis tinggi.
-
SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Pengembangan riset medis oleh tenaga kesehatan mendorong inovasi teknologi dan metodologi pengobatan baru yang adaptif terhadap kebutuhan nasional.
Melalui pendampingan berkelanjutan dari CE&BU, diharapkan lulusan PPDS FK-KMK UGM tidak hanya berperan sebagai klinisi, namun juga sebagai peneliti yang mampu memberikan kontribusi saintifik bagi pengembangan ilmu kedokteran di tingkat global.