Dalam langkah strategis untuk memajukan lanskap ilmiah di sektor kesehatan, Pusat Kajian Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CEBU) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan AstraZeneca. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kurikulum intensif bertajuk AstraZeneca Evidence Generation Curriculum 2025-2026: Metodologi Penelitian, yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November 2025. Inisiatif ini menandai komitmen serius untuk memperkuat kapasitas tim medis AstraZeneca dalam menghasilkan bukti ilmiah yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga relevan dengan konteks lokal Indonesia.
Pelatihan ini dirancang sebagai fondasi awal kurikulum jangka panjang, dengan tujuan utama membekali peserta termasuk Medical Therapeutic Area Leads (MTALs), Medical Advisors (MAs), dan Medical Science Liaisons (MSLs) dengan pemahaman konseptual dan praktis mengenai metodologi penelitian medis. Fokus utamanya mencakup kemampuan merumuskan masalah penelitian, memilih desain studi yang tepat, hingga mendorong penerapan pendekatan ilmiah yang akuntabel sesuai standar Good Clinical Practice (GCP). Hasil yang diharapkan dari curriculum ini adalah peningkatan literasi ilmiah dan kesiapan tim dalam memimpin atau mendukung proyek-proyek penghasil bukti yang valid, yang sangat krusial dalam mengukur beban penyakit dan mengevaluasi efektivitas terapi di dunia nyata (real-world settings).
Secara universal, penguatan metodologi riset medis ini merupakan investasi vital yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs Nomor 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Dengan memastikan bahwa keputusan klinis dan kebijakan kesehatan didasarkan pada bukti ilmiah yang kokoh dan berkualitas, program ini secara fundamental mendukung upaya nasional untuk mencapai pengurangan kematian dini akibat penyakit tidak menular dan pencapaian cakupan kesehatan universal. Dengan menghasilkan evidence generation yang akurat dan kredibel, kolaborasi UGM dan AstraZeneca ini turut memperkuat sistem kesehatan, memastikan akses terhadap intervensi kesehatan yang aman dan efektif, serta menggaransi kesejahteraan bagi semua kelompok usia.
Kontributor: Grace Sandy Br Barus dan Aziz Affandi