Jakarta – PT Prodia Diacro Laboratories bersama PT Prodia StemCell Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Farmakovigilans selama dua hari pada 14-15 Juli 2025 di Grha Prodia Utama, Jakarta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan pemahaman para tenaga profesional industri farmasi dalam menerapkan prinsip, regulasi, serta sistem pelaporan farmakovigilans yang sesuai dengan standar nasional dan internasional. Acara dibuka oleh Dr. apt. Erizal Sugiono, M.Kes., Direktur PT Prodia Diacro Laboratories, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya ketepatan pelaporan efek samping obat dalam menjaga keselamatan pasien dan membangun kepercayaan publik terhadap sistem kesehatan. Pembukaan juga disertai pemaparan singkat mengenai komunikasi keamanan dari perspektif regulator dan industri farmasi oleh Siti Asfijah Abdoellah, S.Si., Apt., MMed.Sc.
SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
Jakarta — Pada 3 Juni 2025 telah diselenggarakan forum internasional bertajuk 2025 APAC Health and Life Sciences Summit: Spotlight Indonesia yang berlangsung di The Westin Jakarta. Diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama ASK Health Asia, forum ini menghadirkan pemangku kepentingan dari kawasan Asia-Pasifik, termasuk pejabat pemerintah, pemimpin industri, peneliti, investor, serta mitra pembangunan dari lembaga internasional.
Forum ini dibuka secara resmi oleh Laksana Tri Handoko, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), diikuti oleh sambutan dari Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dan L. Rizka Andalucia, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan. Dalam sesi-sesi diskusi intensif yang berlangsung sepanjang hari, para peserta mendalami berbagai isu strategis, termasuk arah kebijakan kesehatan Indonesia ke depan, potensi kolaborasi regional untuk meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan, penguatan kapasitas nasional dalam inovasi teknologi kesehatan, serta pengembangan investasi untuk memperkuat industri farmasi, bioteknologi, dan alat kesehatan di Indonesia.
Umeå – Fakultas Kedokteran Universitas Umeå, Swedia, akan menganugerahkan gelar doktor kehormatan bidang kedokteran kepada Prof. dr. M. Hakimi, Sp.OG(K)., Ph.D, guru besar purnakarya dari Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM). Penganugerahan ini akan dilakukan dalam seremoni resmi pada bulan Oktober 2025 mendatang.
Prof. Hakimi dikenal luas atas dedikasinya dalam bidang kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, nutrisi, serta ketimpangan akses layanan kesehatan. Selama lebih dari 30 tahun, beliau telah memainkan peran dalam membangun dan memperkuat kerja sama antara UGM dan Department of Epidemiology and Global Health (EpiGH), Umeå University. Kolaborasi ini telah menghasilkan lebih dari 150 publikasi dan 15 proyek doktoral. Dalam keterangan resmi Umeå University, Prof. Hakimi dinilai telah memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan pemahaman mengenai perawatan obstetri, defisiensi mikronutrien, penyakit tidak menular, serta dampak kesehatan dari kekerasan dalam rumah tangga. Keterlibatannya dalam berbagai jejaring global seperti WHO STEPS, INDEPTH Network, dan Cochrane Collaboration turut memperkuat kiprahnya di panggung akademik internasional.
Jakarta — Dalam agenda strategis bertajuk Koalisi Bersama Lawan Dengue (KOBAR Lawan Dengue) yang diselenggarakan pada 26 mei 2025 oleh Komisi IX DPR RI bersama Kementerian Kesehatan di Gedung Nusantara, Senayan, perwakilan dari Pusat Kajian Epidemiologi Klinik dan Biostatistik (CEBU), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D., turut memberikan kontribusi ilmiah dan masukan berbasis data dalam sesi Focus Group Discussion (FGD).
Selangor – Delegasi dari Cochrane Indonesia dan Pusat Kajian Epidemiologi Klinik dan Biostatistik (CEBU), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada, menghadiri Cochrane Living Guidelines in Health Workshop 2025 yang diselenggarakan di National Institute of Health (NIH), Selangor, Malaysia pada 22-23 Mei 2025. Delegasi terdiri dari dr. Mawaddah Ar Rochmah, PhD, Sp.N selaku Koordinator Divisi Translasi Cochrane Indonesia dan dr. Dhite Bayu Nugroho, M.Sc., Ph.D selaku Editor Cochrane Translation Indonesia.
Yogyakarta – Pusat Kajian Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada mengadakan diskusi pengembangan Registry Penelitian Pusat Kajian (Rekan) pada Kamis, 22 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 13.00 WIB di Common Room Gedung Litbang FK-KMK UGM, dengan dihadiri dua perwakilan dari Pusat Kajian Epidemiologi Klinis dan Biostatistik, yaitu dr. Dhite Bayu Nugroho, M.Sc., Ph.D. dan Rana Aribah, S.Si.
Diskusi ini merupakan bagian dari inisiatif untuk mengoptimalkan pendataan kegiatan riset yang dilakukan oleh masing-masing pusat kajian di lingkungan FK-KMK. Dalam forum ini dibahas rencana pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bersama perwakilan berbagai pusat kajian sebagai upaya awal untuk menyusun dan menyelaraskan data registry penelitian. Salah satu poin utama yang disepakati adalah pentingnya kontribusi aktif dari setiap pusat kajian untuk mengisikan data penelitian yang telah dilakukan minimal dalam satu tahun terakhir. Data tersebut akan dihimpun melalui formulir survei yang saat ini sedang dalam tahap revisi untuk penyempurnaan. Revisi ini bertujuan agar format pengumpulan data menjadi lebih efisien, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan pelacakan serta pelaporan kegiatan ilmiah.
Yogyakarta — Pada 16 Mei 2025, Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D., hadir sebagai penguji dalam ujian pra-proposal penelitian doktoral yang diajukan oleh dr. Lukman Ade Chandra, M.Med, M.Phil, kandidat Ph.D. di Murdoch Children’s Research Institute, University of Melbourne. Proposal yang dibahas berjudul “Identification of Pharmacovigilance Events Using Diverse Real-World Data in Indonesia”.
Penelitian ini diharapkan tidak hanya memperkuat sistem pengawasan pasca-pemasaran obat, namun juga mendukung upaya Indonesia dalam mewujudkan sistem kesehatan yang lebih tanggap, aman, dan berbasis bukti. Kegiatan ini memiliki relevansi kuat terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 3 mengenai Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui peningkatan sistem keamanan penggunaan obat dan perlindungan pasien, SDGs 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan pemanfaatan teknologi dan data kesehatan untuk inovasi kebijakan, dan SDGs 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi riset internasional antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan Australia.
Chinese Taipei — Taiwan Centers for Disease Control (Taiwan CDC) bekerja sama dengan APEC menggelar konferensi internasional pada 22-23 April 2025 bertajuk “Dengue Prevention and Control in the Post-COVID-19 Era: New Challenges and Role of Innovative Technology”. Konferensi ini dibuka oleh beberapa tokoh, termasuk Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan Jih-Haw Chou, Wali Kota Tainan Wei-Che Huang, dan Direktur Jenderal Taiwan CDC Jen-Hsiang Chuang. Mereka menegaskan pentingnya kolaborasi internasional di tengah meningkatnya ancaman dengue secara global—yang mencatat lebih dari 14 juta kasus dan lebih dari 10.000 kematian pada tahun 2024 saja.