Perkembangan penelitian kesehatan saat ini tidak dapat dilepaskan dari kemampuan mengelola data secara baik. Di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap bukti ilmiah yang cepat, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, peneliti dituntut untuk tidak hanya mampu merancang studi, tetapi juga memahami bagaimana data dikumpulkan, disimpan, dikelola, dan digunakan secara tepat.
Data merupakan salah satu aset terpenting dalam penelitian. Melalui data, peneliti dapat memahami pola penyakit, mengevaluasi intervensi kesehatan, menilai kualitas layanan, serta menyusun rekomendasi yang bermanfaat bagi pasien dan masyarakat. Namun, data yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai persoalan, seperti kesalahan pencatatan, data ganda, informasi yang tidak lengkap, hingga kesulitan dalam proses analisis.