Yogyakarta, 27 Juni 2026 — Pusat Epidemiologi Klinik dan Biostatistik atau Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CEBU) FK-KMK UGM menyelenggarakan hari pertama Workshop Metodologi Penelitian Departemen Ilmu Penyakit Dalam. Kegiatan ini ditujukan bagi residen semester akhir Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK-KMK UGM sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dalam menyusun, melaksanakan, dan mempublikasikan penelitian kesehatan yang berkualitas.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan penguatan materi dasar dalam penyusunan penelitian klinis. Sesi diawali dengan pembahasan mengenai etika penelitian dan proses pengajuan ethical clearance dalam penelitian klinis. Materi ini menjadi fondasi penting agar penelitian yang dilakukan tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga memenuhi prinsip etik dan perlindungan terhadap subjek penelitian.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai penyusunan pertanyaan penelitian klinis, pencarian gap penelitian, strategi pencarian literatur medis, serta penyusunan kerangka teori, kerangka konsep, dan hipotesis. Melalui rangkaian materi tersebut, peserta diarahkan untuk mampu merancang proposal tesis yang memiliki dasar ilmiah kuat dan relevan dengan permasalahan kesehatan yang dihadapi dalam praktik klinis.
Pada sesi berikutnya, peserta juga memperoleh materi mengenai variabel penelitian klinis, jenis data, konsep pengukuran, confounding, bias, populasi, sampel, metode sampling, perhitungan besar sampel, serta pengantar studi observasional. Materi-materi ini diharapkan dapat membantu peserta memahami bagaimana merancang penelitian yang valid, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Workshop ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui penguatan penelitian klinis yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan kapasitas akademik dan profesional tenaga kesehatan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi antara unit akademik dan lingkungan layanan kesehatan.