• UGM
  • FK-KMK
  • GAMEL
  • SIMASTER
Universitas Gadjah Mada Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CE&BU)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
  • Home
  • BERITA
    • BERITA CEBU
    • AGENDA
    • Laporan Tahunan
    • Lowongan
  • LAYANAN
    • Koleksi Data Elektronik
    • Layanan STATISTICARE
  • PROJECT
    • Project CE&BU Tahun 2020
    • Project CE&BU Tahun 2021
    • Project CE&BU Tahun 2022
    • Project CE&BU TAHUN 2023
    • Project CE&BU TAHUN 2024
    • Project CE&BU TAHUN 2025
  • TENTANG KAMI
    • PROFIL
    • VISI DAN MISI
    • KOMITMEN DAN TUJUAN
    • CE&BU Team
    • KONTAK
  • Beranda
  • News
  • Memperkuat Budaya Riset Klinis PPDS: CEBU FK-KMK UGM Siapkan Materi Perumusan Pertanyaan Penelitian dan Hipotesis

Memperkuat Budaya Riset Klinis PPDS: CEBU FK-KMK UGM Siapkan Materi Perumusan Pertanyaan Penelitian dan Hipotesis

  • News
  • 2 June 2026, 08.08
  • Oleh: pusatcebu.fkkmk
  • 0

Pusat Epidemiologi Klinik dan Biostatistik atau Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CEBU) FK-KMK UGM akan menyelenggarakan kegiatan Workshop Metodologi Penelitian PPDS Gelombang II Tahun 2026 pada 17–19 Juni 2026. Salah satu materi penting yang akan dipelajari dalam kegiatan ini adalah perumusan pertanyaan penelitian, pencarian kesenjangan penelitian, serta penyusunan tujuan dan hipotesis penelitian.

Materi ini menjadi fondasi penting bagi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis atau PPDS, karena proses pendidikan spesialis tidak hanya menuntut kemampuan klinis yang kuat, tetapi juga kemampuan berpikir ilmiah, membaca bukti secara kritis, dan menghasilkan penelitian yang relevan bagi praktik kedokteran. Melalui materi ini, peserta PPDS diharapkan mampu memahami alasan dilakukannya penelitian, mengenali proses riset secara sistematis, mengembangkan pertanyaan dan tujuan penelitian, serta merumuskan hipotesis yang tepat.

Dalam materi tersebut, penelitian dijelaskan sebagai sebuah proses sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan data guna meningkatkan pemahaman terhadap suatu fenomena. Bagi peserta PPDS, pemahaman ini sangat penting karena penelitian klinis berangkat dari masalah nyata yang ditemukan dalam pelayanan pasien, kesenjangan dalam literatur ilmiah, maupun kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan.

Salah satu pesan utama dari materi ini adalah pentingnya menemukan research gap atau kesenjangan penelitian. Kesenjangan tersebut dapat muncul karena keterbatasan metodologis, keterbatasan konteks, maupun keterbatasan konseptual dari penelitian sebelumnya. Dengan mengenali kesenjangan tersebut, peserta PPDS dapat merancang penelitian yang tidak hanya memenuhi kebutuhan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu kedokteran dan peningkatan mutu layanan kesehatan.

Materi ini juga menekankan bahwa proses penelitian perlu dilakukan secara bertahap. Peserta diajak memahami alur penelitian mulai dari menemukan topik, merumuskan pertanyaan, mendefinisikan populasi, memilih desain dan pengukuran, mengumpulkan bukti, menginterpretasikan data, hingga menyampaikan hasil penelitian. Alur ini penting agar penelitian yang dilakukan peserta PPDS memiliki arah yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, dan menghasilkan luaran yang bermanfaat.

Dalam menyusun pertanyaan penelitian, peserta dikenalkan dengan prinsip FINER, yaitu Feasible, Interesting, Novel, Ethical, dan Relevant. Artinya, sebuah pertanyaan penelitian yang baik harus dapat dikerjakan, menarik bagi peneliti dan komunitas ilmiah, memiliki unsur kebaruan, memenuhi prinsip etik, serta relevan bagi ilmu pengetahuan, praktik klinis, kebijakan kesehatan, dan penelitian selanjutnya.

Selain itu, peserta juga akan mempelajari cara menyusun pertanyaan penelitian menggunakan kerangka PICOT, yang mencakup Population/Patient, Intervention/Indicator, Comparison/Control, Outcome, dan Time. Kerangka ini membantu peneliti merumuskan pertanyaan yang lebih terstruktur, terutama dalam konteks penelitian klinis. Dengan pertanyaan yang tersusun baik, penelitian menjadi lebih mudah diarahkan pada desain, metode, dan analisis yang sesuai.

Materi ini juga membahas berbagai jenis pertanyaan penelitian, mulai dari pertanyaan deskriptif, relasional, hingga kausal. Pertanyaan deskriptif digunakan untuk menggambarkan suatu kelompok atau fenomena; pertanyaan relasional digunakan untuk melihat hubungan antara dua variabel; sedangkan pertanyaan kausal digunakan untuk menilai hubungan sebab-akibat, prediksi, atau intervensi. Pemahaman ini penting bagi peserta PPDS agar mampu memilih desain penelitian yang paling tepat sesuai dengan tujuan studinya.

Setelah pertanyaan penelitian disusun, peserta kemudian diarahkan untuk merumuskan tujuan penelitian yang jelas, ringkas, dan deklaratif. Materi ini memperkenalkan prinsip SMART objective, yaitu Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Time-bound. Dengan prinsip ini, tujuan penelitian tidak hanya menjadi pernyataan formal dalam proposal, tetapi benar-benar menjadi panduan operasional bagi peneliti dalam menjalankan studi.

Bagian lain yang tidak kalah penting adalah penyusunan hipotesis. Hipotesis dijelaskan sebagai dugaan sementara atau penjelasan tentatif atas masalah penelitian. Hipotesis yang baik harus sederhana, spesifik, tidak ambigu, serta dikembangkan sebelum analisis data dilakukan. Peserta juga diperkenalkan dengan konsep hipotesis nol, hipotesis alternatif, hipotesis directional dan non-directional, serta pendekatan one-tailed dan two-tailed.

Secara keseluruhan, materi ini memberikan bekal penting bagi peserta PPDS untuk menghasilkan penelitian yang sistematis, etis, dan relevan secara klinis. Peserta tidak hanya diajak memahami teori, tetapi juga diarahkan untuk melihat penelitian sebagai bagian dari upaya menyelesaikan masalah nyata di bidang kesehatan. Hal ini sejalan dengan peran dokter spesialis sebagai klinisi, akademisi, dan peneliti yang mampu menghubungkan praktik pelayanan dengan bukti ilmiah.

Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan erat dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, materi ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena kemampuan merumuskan pertanyaan penelitian yang baik akan membantu peserta PPDS menghasilkan riset yang berdampak pada peningkatan diagnosis, terapi, pencegahan penyakit, keselamatan pasien, serta kualitas pelayanan kesehatan.

Kedua, kegiatan ini berkontribusi terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Workshop ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan kedokteran spesialis yang berbasis riset dan bukti ilmiah. Dengan membekali peserta PPDS kemampuan menyusun pertanyaan penelitian, mencari kesenjangan literatur, dan merancang hipotesis, CEBU FK-KMK UGM turut mendukung proses pembelajaran yang kritis, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi akademik.

Ketiga, materi ini juga relevan dengan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, terutama dalam konteks penguatan ekosistem riset kesehatan. Pertanyaan penelitian yang baik dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya inovasi klinis, pengembangan metode diagnosis dan terapi, serta perbaikan sistem pelayanan kesehatan berbasis data dan bukti.

Keempat, kegiatan ini mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, karena riset klinis yang dirancang dengan baik dapat membantu mengidentifikasi masalah kesehatan pada kelompok tertentu, memahami kebutuhan populasi yang rentan, dan menghasilkan rekomendasi yang lebih adil serta kontekstual. Dengan demikian, penelitian PPDS dapat diarahkan untuk menjawab persoalan kesehatan yang relevan bagi masyarakat luas, termasuk kelompok yang selama ini kurang terwakili dalam penelitian.

Kelima, kegiatan ini juga mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Dalam materi tersebut, peserta didorong untuk mencari masukan dari pakar, mentor, kolega, dan kolaborator dalam menyempurnakan pertanyaan penelitian. Pendekatan kolaboratif ini penting karena riset kesehatan yang berkualitas hampir selalu lahir dari kerja sama lintas disiplin, lintas profesi, dan lintas institusi.

Melalui Workshop Metodologi Penelitian PPDS Gelombang II Tahun 2026, CEBU FK-KMK UGM berupaya memperkuat budaya riset di lingkungan pendidikan dokter spesialis. Materi mengenai perumusan pertanyaan penelitian dan hipotesis menjadi salah satu pondasi utama agar peserta mampu menghasilkan penelitian yang tidak hanya baik secara metodologis, tetapi juga bermakna bagi pasien, institusi pelayanan kesehatan, dunia akademik, dan masyarakat.

Dengan bekal ini, peserta PPDS diharapkan dapat menjadi dokter spesialis yang tidak hanya kompeten dalam praktik klinis, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, penyusunan kebijakan berbasis bukti, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan.

Tags: SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 17: Kemitraan untuk mencapai tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Leave A Comment Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Terkini

  • PKKA-PRO, CE&BU, dan CRU RSA UGM Selenggarakan Capacity Building 2026 untuk Memperkuat Sinergi dan Kapasitas Tim
    July 14, 2026
  • Workshop Metodologi Penelitian IPD Perkuat Peran Residen dalam Pengembangan Kedokteran Berbasis Bukti
    July 6, 2026
  • Hari Ketiga Workshop Metodologi Penelitian IPD Berfokus pada Konsultasi Proposal dan Pendampingan Penelitian
    July 5, 2026
  • Hari Kedua Workshop Metodologi Penelitian IPD Bahas Desain Studi, Publikasi Ilmiah, dan Analisis Data Klinis
    July 4, 2026
  • CEBU FK-KMK UGM Dukung Peningkatan Kualitas Riset Klinis melalui Workshop Metodologi Penelitian IPD
    July 1, 2026
Universitas Gadjah Mada

Gedung Litbang FK-KMK UGM Lantai 1

Jl. Medika, Senolowo, Mlati, Sleman, Yogyakarta
Telp : +62 274-560-455 | WA: +62 821-3418-0900
pusatcebu.fkkmk@ugm.ac.id

© Clinical Epidemiology and Bisotatistics Unit

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY