Pusat Epidemiologi Klinik dan Biostatistik atau Clinical Epidemiology and Biostatistics Unit (CEBU) Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada akan menyelenggarakan Workshop Metodologi Penelitian Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Gelombang II Tahun 2026 pada 17–19 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen CEBU FK-KMK UGM dalam memperkuat kapasitas akademik dan riset para peserta PPDS, khususnya dalam merancang, melaksanakan, menganalisis, serta menyusun hasil penelitian yang berkualitas. Melalui workshop ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan proposal penelitian yang lebih terarah, metodologis, etis, dan relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di Indonesia.
PPDS atau Program Pendidikan Dokter Spesialis merupakan jenjang pendidikan lanjutan bagi dokter untuk memperoleh kompetensi sebagai dokter spesialis di bidang tertentu. Di lingkungan FK-KMK UGM, PPDS menjadi salah satu bagian penting dari penyelenggaraan pendidikan kedokteran klinik yang tidak hanya menekankan penguasaan keterampilan klinis, tetapi juga kemampuan berpikir ilmiah, melakukan penelitian, serta menerapkan prinsip kedokteran berbasis bukti dalam praktik pelayanan kesehatan. Situs resmi PPDS FK-KMK UGM juga menegaskan keberadaan Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis sebagai bagian dari pendidikan kedokteran di FK-KMK UGM.
Workshop Metodologi Penelitian PPDS Gelombang II Tahun 2026 ini menjadi wadah pembelajaran bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai tahapan penelitian, mulai dari perumusan pertanyaan penelitian, pencarian dan telaah literatur, pemilihan desain penelitian, penyusunan metode, pengelolaan data, hingga analisis dan interpretasi hasil. Penguatan aspek metodologi tersebut penting agar penelitian yang dilakukan oleh peserta PPDS tidak hanya memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan mutu layanan kesehatan.
Sebagai pusat kajian yang telah lama berkontribusi dalam bidang epidemiologi klinik, biostatistik, dan evidence-based medicine, CEBU FK-KMK UGM memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan riset kesehatan. CEBU didirikan pada tahun 1986 dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, pendidikan kedokteran, penelitian, serta kebijakan kesehatan masyarakat, terutama melalui pendekatan epidemiologi klinik dan biostatistik.
Dalam kegiatan serupa yang pernah diselenggarakan sebelumnya, CEBU FK-KMK UGM menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa PPDS dalam menyusun proposal penelitian, menganalisis data, serta menghasilkan tesis dan publikasi ilmiah yang memenuhi standar internasional. Materi yang diberikan mencakup etika penelitian, perumusan pertanyaan penelitian, pencarian literatur, desain penelitian observasional dan eksperimental, metode kualitatif, manajemen data, analisis statistik, penggunaan reference manager, serta sesi konsultasi dengan para ahli.
Melalui penyelenggaraan workshop pada 17–19 Juni 2026 ini, peserta diharapkan dapat memperoleh bekal yang lebih kuat dalam menjalankan proses penelitian selama masa pendidikan spesialis. Kegiatan ini juga diharapkan membantu peserta mengidentifikasi kesenjangan penelitian, memilih pendekatan metodologis yang tepat, serta menyusun rancangan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan etis.
Lebih jauh, penguatan kapasitas penelitian bagi peserta PPDS menjadi bagian penting dari upaya membangun ekosistem layanan kesehatan berbasis bukti. Dokter spesialis tidak hanya dituntut untuk memiliki keterampilan klinis yang baik, tetapi juga kemampuan membaca bukti ilmiah secara kritis, menerjemahkan hasil penelitian ke dalam praktik, dan berkontribusi dalam pengembangan rekomendasi klinis maupun kebijakan kesehatan. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peserta secara individual, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas bagi institusi pendidikan, rumah sakit pendidikan, pasien, dan masyarakat.
Penyelenggaraan Workshop Metodologi Penelitian PPDS Gelombang II Tahun 2026 juga sejalan dengan beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pertama, kegiatan ini mendukung SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, karena peningkatan kualitas penelitian klinis akan berkontribusi pada pengambilan keputusan medis yang lebih tepat, aman, dan berbasis bukti. Penelitian yang baik dapat menjadi dasar perbaikan mutu pelayanan, pengembangan intervensi kesehatan, serta peningkatan keselamatan pasien.
Kedua, kegiatan ini berkaitan erat dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Workshop ini menjadi bentuk penguatan pendidikan kedokteran berkelanjutan, khususnya bagi peserta PPDS yang sedang menempuh pendidikan spesialis. Melalui pelatihan metodologi penelitian, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang mendukung proses akademik, penyusunan tesis, dan publikasi ilmiah.
Ketiga, kegiatan ini mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, terutama dalam konteks pengembangan inovasi berbasis riset di bidang kesehatan. Penelitian klinis dan epidemiologis yang dirancang dengan baik dapat mendorong lahirnya inovasi layanan, penguatan sistem kesehatan, serta pemanfaatan data untuk menjawab masalah kesehatan prioritas.
Keempat, kegiatan ini juga mencerminkan semangat SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Penguatan kapasitas riset membutuhkan kolaborasi antara pusat kajian, program studi, rumah sakit pendidikan, dosen, peneliti, klinisi, dan peserta PPDS. CEBU FK-KMK UGM selama ini juga dikenal aktif dalam penguatan jejaring penelitian dan kolaborasi berbasis bukti, termasuk melalui kerja sama dengan berbagai mitra akademik dan institusi kesehatan.
Dengan terselenggaranya Workshop Metodologi Penelitian PPDS Gelombang II Tahun 2026, CEBU FK-KMK UGM berharap dapat terus memperkuat budaya riset di kalangan peserta pendidikan dokter spesialis. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menyiapkan dokter spesialis yang tidak hanya unggul dalam pelayanan klinis, tetapi juga memiliki kapasitas akademik, integritas ilmiah, serta kemampuan menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.